Nasib Buruk Sevel di Tengah Ketatnya Pertarungan Waralaba

By July 19, 2017 Bisnis No Comments
Nasib Buruk Sevel di Tengah Ketatnya Pertarungan Waralaba

Image Source: https://media.licdn.com/mpr/mpr/AAEAAQAAAAAAAAT3AAAAJDNmMTIzOGJlLTg5YTItNDU1OS05ZWY5LWQ3YTNhMjUzNjc1Mw.jpg

Bisnis waralaba 7-Eleven alias di Indonesia diakuisisi oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI). Bisnis asal Amerika Serikat (AS) itu dikabarkan mengalami kerugian bertahun-tahun.

Lantas, bagaimana sebenarnya kondisi persaingan bisnis waralaba di Indonesia?

Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit, mengakui kondisi persaingan bisnis waralaba di Indonesia memang cukup tinggi. Namun, hal itu masih dinilai wajar terjadi di dunia bisnis.

Contohnya seperti Alfamart dan Indomart, posisi mereka selalu berdekatan. Padahal bisnisnya sama. Sekarang pun enggak cuma Alfamart Indomart, sekarang McD dan KFC juga sebelah-sebelahan, katanya kepada detikFinance, Jakarta, Senin (24/4/2017).

Ia mengucapkan, hal itu terjadi karena setiap pelaku bisnis berusaha untuk mengambil pangsa pasar lawan bisnisnya.

Mereka itu bersebelahan, karena umumnya persaingan tempat, harga, jadi saling mematikan. Tentu yang namanya bisnis, kalau melihat bisnis lain sukses, jenis bisnis lain akan mencoba merebut pasar dari bisnis lain, kata dia.

##### Nongkrong Enggak Jajan, Bikin Banyak Sevel Tutup?

Maka dari itu, Levita mengucapkan, setiap pelaku usaha harus memiliki inovasi dalam melaksanakan bisnisnya susaha bisa tetap eksis dan bisa bertumbuh.

Itu wajar saja ya, namanya juga persaingan. Sehingga mengharuskan mereka lebih kreatif, dan bisnisnya bisa berjalan baik, pungkas Levita.

Sevel sendiri bukan jugapetarung yang buruk. Sejak kemunculan di Indonesia,sevel begitu melejit sekitar 2010. Bahkan banyak waralaba yang serupa meniru konsep darisevel, yaitu toko sekaligus tempat bersantai.

Akan tetapi, menurut Levita produk yang ditawarkan cenderung monoton. Sehingga tak mampu mempertahankan pasar yang sudah ada.

Awal-awal ia enggak rugi kok. Dimana-mana kita lihat ramai, sehingga konsep 7-Eleven itu pun di ambil juga oleh pihak lain yang akhirnya mereka bikin kursi (tempat) juga. Orang mengganggap bahwa konsep mereka sukses, terangnya

Jadi sebenarnya awalnya 7-Eleven itu sukses. Tapi di kemudian hari kenapa mereka bisa rugi mungkin karena mereka kurang kreatif menciptakan produk-produk baru, tukasnya. Jikalau dalam waktu dekat Anda berencana jalan-jalan ke Malang, jangan lupa cek informasi penginapan murah di Malang untuk harga dan fasilitas terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.