PENGALAMAN DI KAMPUNG INGGRIS 2 MINGGU (BAGIAN 1)

By August 13, 2017 Pendidikan No Comments
kampung inggris bandung

 

Wuohooooo ~~~
Masih belum beranjak dari atmosfer Pare, Kampung UK nih, tapi hanya ada 2 minggu tapi kualitas dan bangeeettt yang mengesankan ..
Ada yang sama dengan Wirna, berangkat pada 9 Maret 2015, kereta Majapahit (St.Senen-St.Malang; harga tiket Rp 215rb) pukul 17.30 dari Stasiun Senen dan Stasiun Nyampe Kediri pukul 5:15.
Stasiun Nyampe Kediri kita celingak-celingukan, jet lag benar-benar keren lagi untuk tidur nyenyak, eh denger pengumuman kereta uda nyampe stasiun Kediri, jadi setengah dari barang ngambilin langsung, buru-buru turun kereta.
Oiyaa ingin menceritakan sedikit kondisi kereta Majapahit. Sejujurnya ini justru membingungkan apa yang ekonomi kereta eksekutif. Duduk menyamping bersama dan menghadap keduanya, kursinya sangat tegak, sangat sakit karena tidur. Pendingin udara terasa dingin, pada hari-hari awal penuh musik, ada TV tapi tetap tidak di kamar mandi, jadi deh iya, selalu ada makanan pramugaras nawarin (jual), pramitasinya seperti pramugari kea. Saat itu saya membeli chicken nasgor seharga Rp 28rb.

Lanjutkan ~~
Keluar dari Stasiun Kediri langsung disambut banyak riderman yang nawarin melayaninya ke Pare (Kampung Inggris). Sebelumnya kita nego harga dulu, awalnya mereka minta Rp 80rb. Tapi kita mendapatkan info dari teman yang uda pertama pergi kesana, katanya ojeknya Rp 60rb aja. Jadi, kami menawar Rp 60rb, dan kesepakatan yang mereka inginkan. 1 taksi motor Rp 60rb dari Stasiun Kediri ke Pare. Kami meminta dianterin ke lembaga kursus bernama Bapak Bob. Kira-kira 45 menit, dingiiinn bangettt looh. Sepanjang perjalanan plongo aja ngeliat jalan-jalan yang sawah kanan hihi maklum deeh di jakarta & Depok ga pernah tangguh. Terus di jalan melihat Tugu besar gituu, cakepp bangettt (dan pada hari kedua di Pare langsung nanya temen apa bangunannya, dan ketahuilah itu bernama “gumul”).

Setelah 45 menit, kami sampai di kantor Mr.Bob, dan pada saat bersamaan menjadi kamp 1 (anak laki-laki kamp). Kami rada deg-degan juga, karena takut ga dikapetan kamp karena kami daftar uda di tanggal 10, yang berarti uda masuk periode. Sedangkan untuk kursus, kami daftar uda, mintalah pertolongan temennya teman yang lagi tinggal di Pare. >>> Okee, kita tunggu bentrokan, saat ngobrol dengan peserta perkemahan yang semuanya anak laki-laki dan baru bangun di pagi hari, orang tua dateng, kita langsung registrasi camp selama 2 minggu. Harga itu per orang Rp 350rb selama 2 minggu, dan hanya selisih Rp 50rb looh untuk harga kamp sebulan. Oiyaa bagi mereka yang tidak tahu kamp apa, camp tuh dimana kita tinggal, tapi ada daerah inggris, jadi kita harus berbicara dalam bahasa inggris. Di Desa Inggris ini, Anda bebas memilih rumah kos atau berkemah. Tapi saran saya tetap memilih kamp aja, karena selain wajib berbahasa inggris, di camp juga anda mendapatkan 2-3 additional program (tergantung dari course institute). Nah, kalau di Bp ini kalian mendapat 3 program di kamp. Pertama, Morning Club dimulai dari pukul 5:00 sampai 6:00, Diaries Up pukul 16.00, dan Night Club dari pukul 19:00 sampai 20:00. Dari Rp 350rb Anda mendapatkan 1 T-shirt Mr.Bob + tas goodie-nya, dan sertifikat kamp.

Untungnya, kita masih di kamp. Terus melihat brosurnya, kami juga ingin daftar programnya, tapi memang benar jadwal kami juga penuh, dan bentrok semua jadwal kelas yang sama dengan Mr.Bob. Jadi, kita hanya nge-camp doang di Mr.Bob. Setelah administrasi, ada petugas yang nganterin kita ke kamp, ​​dan kamp kita adalah kamp 5 (kamp lima). Apa kegembiraan di kemah 5? Kemudian dibahas di posting berikutnya yaaa, special edition camp 5 hihi ..

Nyampe di kamp kami langsung tas naro, ga mandi, langsung cuss ke rental sepeda, karena kita memiliki kelas Pengucapan 1 di The Eminence di 7: 30-9: 30 (diskusi tentang Yang Mulia di posting berikutnya juga). Wuohooo membayangkan betapa sulitnya kita, masih jet lag langsung masuk kelas. >>> Hmm, karena saya tidak bisa mengendarai sepeda, jadi kita temukan motornya dengan boncengan, dan sewa motornya selama 2 minggu dengan harga Rp 50rb, KTP sudah terjamin yaa. Oiyaa kita juga masih buta benar-benar daerah sini, tapi pas naik ojek kita lihat kita ngelewatin banner The Eminence, dan letaknya di pinggir Jl.Brawijaya, alias pinggir jalan raya, jadi ga ga nyarinya nyarinya.

Kelas kelas Eminence, jam 10 pagi kita memiliki kelas Moving Speak dalam Peace, dari pukul 10:00 sampai 11:30. Perdamaian ini berada di lokasi yang sama di dekat Eminence, bersama di Jl.Brawijaya, jadi bukan pekerjaan rumah bagi kita untuk mencari lokasi. Kesan awal untuk masuk kelas Moving Speak ini adalah guru ngeliat yang lucu itu adalah Mr.Ardiansyah haha, mungkin akan dibahas di posting selanjutnya juga ..
Oiyaa untuk Yang Mulia adalah Perdamaian yang sama, atmosfir belajar masih di bambu jadi kea gazebo yang secukupnya karpet bocor, jadi kalau jalan harus hati-hati hha.

kampung inggris Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published.